Sabtu, Juni 30, 2007

Lulus, Berwirausaha dan Menikah

Assalamualaikum Wr Wb

Apa kabar pembaca budiman?
Udah mirip ustadz terkenal belum?

Sekarang, penantian panjang selama hampir lebih dari lima tahun kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto hampir tercapai yaitu memperoleh gelar kesarjanaan (baca:LULUS). Bagi sebagian orang gelar kesarjanaan adalah hal luar biasa, namun tidak bagi saya (maaf bukan berarti sombong). Tetapi saya mencoba realistis, sudah banyak teman-teman saya sudah memperoleh titel sarjana di belakang namanya sampai sekarang belum terlihat lebih baik dari sekarang. Bahkan data berbicara bahwa jumlah pengangguran terdidik di Indonesia setiap tahunnya selalu bertambah dengan angka yang fantastis. Jadi kesimpulannya adalah SARJANA tidak menjamin dalam menuju SUKSES.

Namun bagi saya, lulus dari bangku perguruan tinggi sangat berarti. Karena selama ini dengan status sebagai Mahasiswa pikiran saya terbagi yaitu wirausaha, cepet lulus, dan agar saya dapat cepat nikah. Jadi dengan saya lulus nanti diharapkan dapat mengurangi beban pikiran yang harus saya hadapi dan lebih fokus dalam berwirausaha dan mempercepat proses pernikahan saya dengan jodoh saya tentunya.

Mengapa pada saat ini masih saja ada orang yang setelah lulus ingin mencari kerja di perusahaan - perusahaan asing atau juga sebagai Pegawai Neger Sipil (PNS). Padahal mereka sudah tau bahwa lapangan pekerjaan di Indonesia masih sangat sedikit jadi tidak mungkin dapat menampung semua permintaan sebagai karyawan. Seharusnya pola pikir seperti itu sudah tidak ada untuk saat ini, yang seharusnya adalah pola pikir yang lebih mengutamakan tentang berwirausaha, dan memupuk mental entrepreneur dalam diri. Tetapi itu semua kembali pada diri masing-masing orang. Yah ini hanya sebagai bahan renungan kita semua saja.

Para pembaca yang budiman...

Pengalaman berwirausaha saya memang belum sedahsyat orang-orang yang telah sukses. Tetapi bagi saya sudah dapat meningkatkan mental dalam menjalankan usaha dan semakin dapat belajar dari pernah saya lakukan. Memang berwiruasaha tidak dapat tiba-tiba kita kaya tetapi semua butuh proses yang membuat kita belajar tentang arti hidup. Dan bagi saya pada saat berwirausaha belum juga berhasil maka itu saya sebut sebagai menunda kebahagiaan di masa depan yang akan diraih. Pasti semua wirausahawan pernah mengalami kegagalan, tetapi bagi mereka disitulah letak seni dalam berwirausaha, jatuh-bangun dalam menjalankan usahanya dan terus belajar dari kegagalan di masa lalu dapat membuat mental tambah kuat, dan pada akhirnya akan menikmati kesuksesan.

Sekarang sayan memang sedang dalam masa yang sulit dalam berwirausaha, warung mie yang saya buat belum juga ada tanda-tanda menjadi lebih baik. Tetapi saya yakin saya sudah ada pada jalan yang benar menuju kesuskesan di masa yang akan datang. Dan itu semua Insyaalloh akan tercapai selama saya terus berusaha untuk mencapainya.

Dan kenapa saya mengangkat topik tentang pernikahan juga. Hal itu semata-mata karena keinginan saya dapat segera menikah pada usia muda. Kenapa? Sementara banyak orang yang lebih senang menunda pernikahannya walaupun sudah mampu secara financial. Menurut saya pernikahan adalah sebuah keajaiban yang dapat merubah segala yang tidak mungkin menjadi mungkin. Saya jadi teringat pada saat mengikuti seminar dengan pembicara Pak Hasyim Abdullah (ketua JPMI Yogyakarta), beliau bertanya kepada peserta seminar "Muda Kaya Raya Mati Masuk Surga" pada awal materi yang akan diberikan "Yang sudah menikah acungkan tangan", beliau bertanya demikian. Dan yang mengacungkan tangan hanya beberapa orang saja. Kemudian beliau berkata "Mau kaya koq pada belum nikah, gimana mau kaya".

Maka setelah kejadian itu keinginan saya untuk menikah dalam usia muda semakin kuat saja. Toh dalam ajaran Islam menikah muda itu dianjurkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan..

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua, bahwa :

  1. gelar sarjana bukanlah segalanya
  2. berwirausahalah, maka kita akan bermanfaat, baik pada diri sendiri maupun kepada orang lain
  3. menikahlah pada usia muda, sesungguhnya hal itu dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

Terima kasih

Mohon kritik dan saran

Salam Entrepreneur and DAHSYAT

Tidak ada komentar:

Your Ad Here

Acara Seminar Financial Revolution

Gunung Slamet